Rabu, 06 November 2013

TRUE or FALSE

What can we know about the value and meaning of the words right and wrong, and of course it is about the actions, behavior, or speech. Is the word born of a human moral values ​​is called culture or about its role in human life that has to do with profit and loss factors on human life itself. Or is there an intrinsic rules that govern them? From anywhere come from?

Truth or may not be other errors as we feel now this is the truth and the false error , truth and error that comes and born of the culture for generations of our ancestors , from the birth story , and something that was born out of a cultural assimilation and cumulative . Truth in the human eye is something that benefit him personally or groups , as well as the error is seen (in the eyes of human ) is something that is considered detrimental to himself or faction , or also maybe something that is not pleasant to hear , not a pretty sight , and felt uneasy . It sounds confusing , but the question is when and where the first time since we were born , we learn about something is right or wrong . From the standpoint of where we can feel it ? ?

Truth and error in the context also must be different , for example in the context of culture , religion , family , or a computer program which means the truth is something that follows the rule ( the rule ) and the objectives that have been agreed , and the error is an act of violation of the purpose and rules that have been agreed. Objectives and the deal was certainly in top form the basis for humanitarian reasons and the things that are rational , then formed a management and regulations that govern them . Then if there is a limitation that determine how far the limits .


If we examine whether it is worth saying something worth saying right or wrong , for example, we have the right goals but the thing that we did was a violation of a value in the regulations . Or we made ​​a mistake but in ways or correct view according to culture and human values ​​. So which one is considered correct ? Is not that considered false . If we can create a diagram on a review of truth and error , perhaps we can judge the conscience
                                                       way
Action                                  True              False


True                                   TRUE             FALSE


Wrong                               WRONG        WRONG
From the above table are more burdensome for us to judge something is right and wrong according to us , whether objective factor or factors the way , I think maybe to normal conditions ( cateris paribus ) or other factors eliminated . So our view is something will be true if we had done the right purpose and in the right way , the correct way is the manner that respects and upholds the values ​​and ethics that we as human beings can appreciate another man .


We are beings who have feelings and have a conscience , conscience is the center that can determine something is right or wrong . We will not feel hurt if we ever get hurt , the best lesson is experience and maturity that was the deciding factor . We must certainly feel a lot can feel the feelings and suffering of others , instead of feeling our own feelings and ignore the feelings of others . That's why we can be said to be more noble and despicable , and we must ask whether our actions that we only know about them or anyone else expects of assessment .


If something we do only expect some of the other people or the environment such as expecting praise , it was not an act of pure heart and a clear purpose is wrong even if done in the right way . If we are then in lumpurpun our gold is still gold .


Ourselves if we dig deeper into the extraordinary , we are creatures with a design that 's perfect design is really complex and intricate comes with unequaled intelligence system . We are quite different from the super- advanced robot programmed with VIP programming language , it still can not beat our conscience as a human being . That 's the difference people can judge something that is didepanya while the robot can only run a series of instructions written in a programming language. That is the greatness of the almighty who has created man .


Right and wrong in the culture like a computer program , it is definitely a previously existing wrote such traditional leaders , or chiefs. Everything is in accordance with the program objectives and how , written or otherwise called customary law . Then the laws are passed from generation to generation in the form of stories and myths whose goal is to run something by the rules for the good of the cultural community . If something does not run according to the programming language , it was considered a virus or error , which causes the individual eventually excommunicated and banished from the community .


Error and truth are needed to prepare an order , regularity is not only written for humans , but nature was already have a law , and as we feel right now, which has formed a natural result of a causal laws that are formed without a written and results. Regularity of an atomic element , surrounded by protons , electrons and neutrons , then pair up to form molecules bind to each other , then form a substance . Does each atom can be paired with any particular atom forming substances . The answer of course not , there are already rules that govern it , and it is called the law of nature . without the written laws of nature and just be consistent for obey . For example the law of gravity , thermodynamics , and others.


We are part of nature and in our bodies also work the laws of nature that shape us , every cell of our bodies also work according to the laws of nature . the law that has long been created . For the sake of an order , and if it was intentional or accidentally violated , then it is called anomalies , or anything that does not fit with the running as it should , there are also named in the context of negative mutations or cancer . The mutation could be a boon or a curse .


Regularity in the form of natural law is a legal entity called a UNIVERSAL law , ie a law that regulates everything . Extinction law or the law of creation . Humans act as a chef 's kitchen that utilizes the laws wisely for the common good . Then written in the form of other laws , such as in the form of science subjects of physics , biology , chemistry . The laws are absolutely no indisputable act except in a great energy that way. Such laws run endlessly forming something new and some are destroying and re-establish it in other forms .

TRUE or FALSE


Apa yang dapat kita nilai dan ketahui tentang arti perkataan benar atau salah, dan tentunya hal ini mengenai perbuatan, tingkah, atau ucapan. Apakah perkataan tersebut lahir dari sebuah nilai-nilai moralitas manusia yang disebut budaya atau mengenai perannya dalam kehidupan manusia yang ada kaitannya dengan faktor keuntungan dan kerugian pada kehidupan manusia itu sendiri. Ataukah ada peraturan yang hakiki yang mengaturnya? Dari mana saja datangnya?
                Kebenaran atau kesalahan mungkin tidak lain seperti yang kita rasakan sekarang ini adalah kebenaran dan kesalahan semu, kebenaran dan kesalahan yang datang dan lahir dari budaya secara turun temurun dari nenek moyang kita, dari cerita yang lahir, dan sesuatu yang lahir dari asimilasi dan komulatif sebuah budaya. Kebenaran di mata manusia adalah sesuatu yang menguntungkannya secara pribadi atau golongan, demikian juga kesalahan dipandang (dalam kacamata manusia) adalah sesuatu yang dianggap merugikan dirinya atau golongannya, atau juga mungkin sesuatu yang tidak enak didengar, tidak enak dilihat, dan tidak enak dirasakan. Memang kedengarannya rancu, tetapi yang menjadi pertanyaannya adalah kapan dan dimana saat pertama sejak kita dilahirkan, kita mengetahui tentang sesuatu itu benar atau salah. Dari sudut pandang mana kita bisa merasakannya?? 
Kebenaran dan kesalahan dalam konteksnya juga pasti berbeda-beda, misalnya dalam konteks budaya, agama, keluarga, ataupun program sebuah komputer yang berarti kebenaran adalah sesuatu yang mengikuti rule (aturan) dan tujuan yang sudah disepakati bersama, dan kesalahan adalah sebuah tindakan pelanggaran atas tujuan dan aturan yang telah disepakati bersama. Tujuan dan kesepakatan itu tentunya di bentuk atas dasar alasan kemanusian dan hal-hal yang bersifat rasionalitas, kemudian dibentuk sebuah manajemen dan peraturan yang mengaturnya. Lalu apakah ada sebuah batasan yang menentukannya, seberapa jauh batasan itu.
                Jika kita telaah apakah sesuatu itu layak dikatakan benar atau layak dikatakan salah, misalnya kita memiliki tujuan yang benar tetapi hal yang kita lakukan adalah pelanggaran atas sebuah nilai dalam peraturan. Atau kita melakukan kesalahan tetapi dengan cara-cara atau pandangan yang benar menurut budaya dan nilai-nilai kemanusiaan. Lalu manakah yang dianggap benar? Bukankah itu dianggap semu. Jika kita dapat membuat sebuah diagram mengenai tinjauan kebenaran dan kesalahan, mungkin secara nurani kita bisa menilai

Cara

tujuan
Benar
Salah
Benar
BENAR
SALAH
Salah
SALAH
SALAH
 
 
Dari tabel diatas apakah yang lebih memberatkan buat kita untuk menilai sesuatu itu benar dan salah menurut kita, apakah faktor tujuan atau faktor cara, mungkin menurut saya untuk kondisi yang normal (Cateris paribus) atau faktor-faktor lain ditiadakan. Maka pandangan kita adalah sesuatu akan benar jika kita mempunyai tujuan yang benar dan dilakukan dengan cara yang benar, cara yang benar adalah cara-cara yang menghargai dan menjunjung tinggi nilai, dan etika kita sebagai manusia yang dapat menghargai manusia lain.
                Kita adalah mahluk yang memiliki perasaan dan memiliki hati nurani, nurani adalah pusat yang bisa menentukan sesuatu itu benar atau salah. Kita tidak akan menyakiti jika kita merasa pernah disakiti, pelajaran yang paling baik adalah pengalaman dan itu adalah faktor penentu kedewasaan. Kita harus banyak bisa merasakan tentunya merasakan perasaan dan penderitaan orang lain, bukan merasakan perasaan kita sendiri dan mengabaikan perasaan orang lain. Itulah mengapa kita bisa dikatakan lebih mulia dan lebih hina, dan kita harus menanyakan apakah tindakan kita hanya kita yang mengetahuinya atau mengaharapkan penilaian dari orang lain.  
                Jika sesuatu yang kita lakukan hanya mengharapkan penilaian dari orang lain atau lingkungan misalnya mengharapkan pujian, itu bukan merupakan tindakan yang murni dari hati dan sudah jelas tujuannya adalah salah walaupun dilakukan dengan cara yang benar. Jika kita adalah emas maka didalam lumpurpun kita masih tetap emas.
                Diri kita jika kita gali lebih dalam sungguh luar biasa, kita adalah mahluk yang sungguh sempurna dengan design rancang bangun yang sungguh komplek dan rumit dilengkapi dengan sistem kecerdasan yang tiada taranya. Kita sungguh berbeda dengan robot super canggih yang diprogram dengan bahasa pemrograman VIP, tetap saja tidak bisa mengalahkan nurani kita sebagai manusia. Itulah bedanya manusia bisa menilai sesuatu yang ada didepanya sedangkan robot hanya bisa menjalankan serangkaian instruksi yang ditulis dalam bahasa pemrogramannya. Itulah kebesaran yang maha kuasa yang telah menciptakan manusia.
                Salah dan benar Dalam budaya seperti sebuah program komputer, sudah pasti dahulunya sudah ada yang menulisnya misalnya ketua adat, ataupun kepala suku. Semuanya sudah di program sesuai dengan tujuan dan caranya, tertulis maupun tidak tertulis yang disebut hukum adat. Kemudian hukum-hukum tersebut diwariskan secara turun temurun dalam bentuk cerita dan mitos yang tujuannya adalah agar sesuatu dijalankan sesuai aturan demi kebaikan komunitas budaya tersebut. Jika sesuatu yang dijalankan tidak sesuai dengan bahasa pemrograman tersebut maka hal itu dianggap sebuah virus atau kesalahan, yang menyebabkan individu tersebut akhirnya dikucilkan dan dibuang dari komunitas.
                Kesalahan dan kebenaran dibutuhkan untuk menyusun sebuah keteraturan, keteraturan itu tak hanya tertulis untuk manusia, tetapi alampun sudah memiliki hukumnya, dan seperti yang kita rasakan sekarang ini, alam yang sudah terbentuk merupakan hasil sebuah hukum sebab akibat yang tanpa tertulis dan sudah membentuk hasilnya. Keteraturan sebuah unsur atom, dengan dikelilingi proton, elektron dan neutron, kemudian saling mengikat berpasangan membentuk molekul, kemudian membentuk sebuah zat. Apakah masing-masing atom dapat berpasangan dengan sembarang atom membentuk zat tertentu. Jawabannya tentu tidak, sudah ada aturan yang mengaturnya, dan itulah yang disebut hukum alam. hukum yang tanpa tertulis dan hanya alam saja yang konsekwen untuk mentaatinya. Misalnya hukum gravitasi, termodinamika, dan lain-lain.
                Kita adalah bagian dari alam dan didalam tubuh kita juga bekerja hukum-hukum alam yang membentuk diri kita, setiap sel tubuh kita juga bekerja menurut hukum alam. yaitu hukum yang telah lama diciptakan. Demi sebuah keteraturan, dan jika hal itu disengaja atau tanpa sengaja dilanggar, maka itulah yang disebut anomali, atau sesuatu yang berjalan tidak sesuai dengan sebagai mana mestinya, ada juga yang menamakannya mutasi atau dalam konteks negatif kanker. Bisa saja mutasi itu sebuah anugerah atau sebuah kutukan.
                Keteraturan dalam bentuk hukum-hukum alam tersebut merupakan sebuah hukum kesatuan yang disebut hukum UNIVERSAL, yaitu sebuah hukum yang mengatur semuanya. Hukum penciptaan ataupun hukum kemusnahan. Manusia bertindak sebagai koki didapur yang memanfaatkan hukum-hukum itu secara bijak untuk kebaikan bersama. Kemudian dituliskan dalam bentuk hukum-hukum yang lain, misalnya dalam bentuk pelajaran ilmu pengetahuan fisika, biologi, kimia. Hukum-hukum tersebut bertindak mutlak tanpa terbantahkan kecuali dalam sebuah energi yang besar yang menghalanginya. Hukum-hukum tersebut berjalan tanpa henti membentuk sesuatu yang baru dan ada juga yang menghancurkan dan membentuknya kembali dalam bentuk lain.