Minggu, 27 Oktober 2013

Kita terkadang menciptakan Iblis untuk diri kita sendiri

Kata lainnya adalah you created your own evil, yang berarti terkadang kita menciptakan iblis untuk diri kita sendiri. dalam artian iblis disini berupa sesuatu yang buruk yang menimpa kita. iblis diartikan sebagai suatu kejahatan, wabah, ataupun musibah. sebuah penggalan seperti itu pernah kita lihat pada film IRON MAN IV, ketika bencana yang timbul karena dari kelalaian dirinya sendiri.
     kita sebenarnya tidak cukup pernah tahu masalah, musibah, ataupun anugerah yang akan mendatangi kita, tetapi hal itu tidaklah cukup penting selain menilai perlakuan kita terhadap apapun saat ini juga, dan tentu sebelum segala sesuatu menjadi besar dan menjadi sebuah bencana di kemudian hari. hal ini mirip dengan teori entropi ruang tertutup. sesuatu berkembang mengarah menjadi tidak teratur, jika semua keadaan dijumlahkan.
      Terkadang kita mengetahui sebenarnya akibat dari semua yang kita lakukan, tetapi terkadang hal yang kita nilai masih amat kecil dan menjadi tidak begitu penting, tetapi jika hal itu terus kita abaikan akan menjadi masalah untuk kita. atau kita tidak mengangap penting untuk diri kita, tetapi memiliki arti dan nilai yang besar bagi orang lain baik itu ucapan, perbuatan, sebuah janji ataupun sebuah pemberian.
      seandainya jika kita bisa melompati waktu, pergi ke masa depan ataupun kembali ke masa lalu serta melihat akibat yang diperoleh, mungkin beberapa orang akan mencoba mengambil keuntungan ataupun mengalami kerugian yang besar.
      jika kita menyadari, tahukah kita berapa banyak yang berhasil kita ubah dari kehidupan diri kita dan orang lain, dan hal itu juga atas pelopor diri kita baik hal baik maupun hal buruk. nasib kita benar-benar belum tergariskan sebelum kita mengalaminya. namun menurut pendapat saya bahwa nasib dan takdir adalah dua hal yang berbeda. nasib adalah sesuatu yang dapat kita ubah semau kita, karena hal itu didasari bahwa kita mempunyai kehendak bebas dan tuhan telah memberikan kita semua anugerahnya untuk memiliki dan mengubah nasib kita sendiri. namun takdir adalah sebuah kumpulan atau hasil penjumlahan nasib dan hal-hal yang telah terjadi serta telah kita pilih.
      Jadi sesungguhnya kita tidak bisa bermain-main dengan pilihan dan sikap kita, ini diluar teori kemujuran atau kita benar-benar beruntung, tetapi ini adalah sebuah proses penyadaran dan introspeksi diri. memang hal itu sangat menyibukkan pikiran kita, tetapi itu hanyalah pagar pembatas jembatan yang mengatur mengenai perbuatan dan sikap kita, dan kemana kita akan melangkah.
      Tentu saja di dalam perjalanan hidup kita, kita tidak ingin hidup bersama seribu iblis yang mengahadang di depan kita, kecuali kita mempunyai amunisi yang cukup untuk mengalahkannya. yang mungkin seharusnya kita lakukan saat ini adalah menyadari akibat dan dimana bibit iblis itu akan tumbuh, baik didalam diri kita maupun diluar dari diri kita. jelas kita harus berpikir lebih awal, dan yang jelas kita semua mengetahui bahwa penyesalan terjadi selalu di belakang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar