Menasehati orang lain, berbicara kepada diri sendiri, dan mengatakan ...oh iya!! ternyata kaya dan miskin sama saja, banyak uang atau tidak punya sama saja, menderita atau bahagia sama saja. semuanya benar menurut pepatah orang bijak.
Mungkin saat ini kita bisa mengatakannya, pada waktu kita benar-benar merasa berada diatas, merasa bebas untuk mengatakannya, telah punya banyak uang kecukupan materi, ataupun mencoba menjadi bijak karena kita cukup dewasa dan telah melalui berbagai hal sulit yang menimpa kehidupan, lalu tanpa sadar bertemu dengan orang-orang yang serupa dengan hasrat yang menggebu mencoba untuk menasehatinya. dan tentu saja berharap orang tersebut mengerti dan cukup memahami perkataannya. dan menganggap bahwa diri kita adalah orang bijak yang cukup mengerti banyak hal dan berharap semua masalahnya selesai. lalu pertanyaannya adalah apa kita cukup bijak untuk diri sendiri???
Jawabannya mungkin terdengar cukup rumit, jika kita mungkin bisa bersikap bijak untuk sesuatu diluar dari diri kita tetapi tidak untuk diri kita, karena atas semua hal yang dialami, menasehati diri sendiri sama seperti menasehati orang lain saat kita berduka, serba kekurangan, ataupun sebuah keadaan yang cukup ironis misalnya. itu adalah hal yang cukup sulit. bukan cukup sulit untuk di buktikan tetapi kita berhadapan dengan mahluk yang mempunyai kehendak bebas dan kesadaran penuh.
Secara analogisnya mungkin seperti seorang dokter yang menghidap kanker, tetapi tidak menghilangkan makna sesungguhnya bahwa ia adalah seorang penyembuh. kanker diibaratkan sebuah penyakit mungkin ini sebuah analogi saja, tetapi sesungguhnya lebih kepada penyakit hati. yang berurat dan berakar yang sudah barang tentu menjadi musuh utama kebahagiaan.
Bayangkanlah sebuah kondisi jika dinilai dari sudut pandang orang kedua, yang tentunya seseorang diluar dari diri kita sendiri, saat kita mencoba memberi sebuah pencerahan. orang itu mengalami kondisi jiwa yang labil, hipersensitif, semua hal yang dilakukan orang lain untuk dirinya salah semua, bahkan sebuah tindakan atau perkataan yang mengandung makna positif. ia berpendapat bahwa ternyata dirinyalah yang benar dan berhak menyalahkan semuanya atas apa yang menimpa dirinya saat ini. bahkan tak enggan sambil menangisi dirinya, oh aku tidak butuh nasehatmu saat ini, yang aku butuhkan saat ini adalah solusi untuk keluar dari keadaan ini, aku merasa tidak nyaman, atau sesuatu yang dapat mengubah semua hal yang menimpaku saat ini dalam sekejap mata, agar aku bisa merasa bahagia kembali. semua masalahku hilang, dan semua hal kembali normal seperti sedia kala.
Aku kembali menjawab ohhh... sayang tenangkan dirimu sejenak, ini dunia tempat kita tinggal dan hidup, inilah yang harus kau sadari bahwa inilah kehidupan. bukan cuma sekedar menghidupi diri dan impian kita, jadi tolong sekali lagi pahami dan pikirkan hal-hal itu. terus terang saja banyak orangdiluar sana yang terlibat berbagai masalah, baik yang ia sengaja datangkan atau ia tarik sendiri kedalam dirinya dan kehidupannya ataupun datang tanpa sengaja menimpa dirinya. mungkin ini terdengar seperti sebuah tumor di dalam otak kita, namun secara dewasa haruslah dapat kita sikapi bahwa hal tersebut adalah tangga kehidupan dan bagian yang sesungguhnya dari diri kita, namun begitulah kehidupan tak dapat kita pungkiri namun cukup untuk kita pahami, ya jika bukan begitu namannya bukan kehidupan. tapi tak selalu seperti itu, dan harusnya kita cukup yakin bahwa tak ada masalah yang tak punya solusi. hal itu sudah kita yakini berabad-abad yang silam sejak kelahiran manusia pertama di dunia ini secara berpasangan. ya kita bisa menyamakannya dengan hukum berpasangan. jadi sekarang masalahnya adalah dimana potongan solusi itu, mungkin ia menyelinap di balik sela-sela sempit otak kita. kita harus mencarinya tetapi bukan untuk menghindarinya.
Masalah bisa saja diartikan sesuatu yang dianggap bahwa dalam kesadaran nyata bahwa apa yang kita yakini tak benar-benar sesuai dengan harapan. " hidup ini sebenarnya tidaklah sulit, cukup dengan bernafas kita sudah hidup, namun menjalani kehidupan adalah hal yang sulit, maka setiap kehidupan ada ilmu yang dapat menjelaskannya".
Hidup dalam arti sebenarnya seperti yang kita rasakan saat ini, definisi lengkapnya adalah tidak jauh seperti yang dijelaskan guru biologi kita dalam pelajaran ekologi dan ekosistem mengenai keberagaman mahluk hidup, bahwa kita termasuk salah satu hewan mamalia. cukup syarat untuk menopang kehidupan dengan ciri makan, bergerak, bernafas, berkembang biak, tetapi yang sesungguhnya bahwa kita adalah mahluk super VIP yang memiliki kehendak bebas dan kesadaran penuh. Apakah kita pernah bersyukur untuk hal yang satu ini??
Tetapi dari hal itulah semuanya terjadi kita berinteraksi dengan yang lainnya, dalam istilah lain sebagai mahluk sosial. masing-masing punya prinsip, anggapan, cara, dan latar belakang yang berbeda. yang pasti akan ada benturan dan disaat itulah masalah dapat saja timbul. apa yang mendasari perasaan kita tak sejalan dengan logika. mungkin ada kalanya kita menemukan jalan buntu, rasa frustasi, dan depresi yang menyelimuti hati, dan sangat susah untuk mengendalikan diri.
lalu mungkin kita bertanya, apa yang dapat kita lakukan pada saat itu juga. jika memang tak ada yang dapat dilakukan pada saat itu, sebaiknya diam saja, dan berhentilah mengeluhkan masalah mulailah untuk membangun langkah. kedengarannya tidak mudah bukan. tetapi jelas saja ada satu langkah untuk menyelesaikannya, tugas kita adalah meyakinkan hati dan diri ini untuk tetap melangkah. tetapi jangan mengambil tindakan yang bodoh.
kebanyakan dari kita mungkin terlalu kalut dan takut untuk memulai sebuah langkah, tetapi jelaslah hal itu butuh keyakinan yang kuat. keyakinan yang kuat harus didasari dari niat yang tulus dan baik. tanpa niat yang baik apapun langkah dan kemana tujuanya bisa saja menjadi keliru. rasakanlah bahwa solusi itu selalu dekat dengan masalahnya. mungkin pengalaman hidup kita bisa membuktikan dan menjelaskannya.
Apapun itu, dimanapun kita, kita harus tetap yakin, dan nasehatilah diri kita, jika telah melenceng jauh dari rel kehidupan atau tujuan kita yang sebenarnya. tak ada yang betul-betul peduli pada diri kita selain diri kita sendiri, karena rahasia kemampuan dan kelemahan diri kita ada pada diri kita sendiri. musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri. Yang sesungguhnya terjadi bukanlah diluar tetapi di dalam diri kita, karena diluar hanyalah akibat tetapi sebab pastinya ada di dalam. mulailah untuk menjadi dewasa.
Hidup dalam arti sebenarnya seperti yang kita rasakan saat ini, definisi lengkapnya adalah tidak jauh seperti yang dijelaskan guru biologi kita dalam pelajaran ekologi dan ekosistem mengenai keberagaman mahluk hidup, bahwa kita termasuk salah satu hewan mamalia. cukup syarat untuk menopang kehidupan dengan ciri makan, bergerak, bernafas, berkembang biak, tetapi yang sesungguhnya bahwa kita adalah mahluk super VIP yang memiliki kehendak bebas dan kesadaran penuh. Apakah kita pernah bersyukur untuk hal yang satu ini??
Tetapi dari hal itulah semuanya terjadi kita berinteraksi dengan yang lainnya, dalam istilah lain sebagai mahluk sosial. masing-masing punya prinsip, anggapan, cara, dan latar belakang yang berbeda. yang pasti akan ada benturan dan disaat itulah masalah dapat saja timbul. apa yang mendasari perasaan kita tak sejalan dengan logika. mungkin ada kalanya kita menemukan jalan buntu, rasa frustasi, dan depresi yang menyelimuti hati, dan sangat susah untuk mengendalikan diri.
lalu mungkin kita bertanya, apa yang dapat kita lakukan pada saat itu juga. jika memang tak ada yang dapat dilakukan pada saat itu, sebaiknya diam saja, dan berhentilah mengeluhkan masalah mulailah untuk membangun langkah. kedengarannya tidak mudah bukan. tetapi jelas saja ada satu langkah untuk menyelesaikannya, tugas kita adalah meyakinkan hati dan diri ini untuk tetap melangkah. tetapi jangan mengambil tindakan yang bodoh.
kebanyakan dari kita mungkin terlalu kalut dan takut untuk memulai sebuah langkah, tetapi jelaslah hal itu butuh keyakinan yang kuat. keyakinan yang kuat harus didasari dari niat yang tulus dan baik. tanpa niat yang baik apapun langkah dan kemana tujuanya bisa saja menjadi keliru. rasakanlah bahwa solusi itu selalu dekat dengan masalahnya. mungkin pengalaman hidup kita bisa membuktikan dan menjelaskannya.
Apapun itu, dimanapun kita, kita harus tetap yakin, dan nasehatilah diri kita, jika telah melenceng jauh dari rel kehidupan atau tujuan kita yang sebenarnya. tak ada yang betul-betul peduli pada diri kita selain diri kita sendiri, karena rahasia kemampuan dan kelemahan diri kita ada pada diri kita sendiri. musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri. Yang sesungguhnya terjadi bukanlah diluar tetapi di dalam diri kita, karena diluar hanyalah akibat tetapi sebab pastinya ada di dalam. mulailah untuk menjadi dewasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar